Tampilkan postingan dengan label Katarina Victoria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Katarina Victoria. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 September 2010

Hilang Sudah

Harapanku yang satu ini pupus sudah
Tidak akan pernah terwujud lagi
Sampai kapan pun, memang tidak ada!
Percuma menunggu dan berharap dari seseorang
Itu hanya keinginan yang kosong
Aku hanya bisa melihat orang lain memilikinya
Tapi di pihakku, aku belum pernah memilikinya secara utuh
Seolah itu hanya impianku yang lain
Aku harus beiajar menerima kenyataan ini
Kenyataan yang pahit ini
Jikalau Tuhan tidak mengizinkan kehadirannya di lingkupku,
Aku bisa apa?
Walau sesungguhnya aku membutuhkannya
Aku membutuhkan sosoknya untuk menopang dan menemaniku menjalani hidup ini
Aku tak bisa melihat orang lain tertawa bersamanya
Aku terlalu merasa pedih tuk tak merasakannya
Harapan ini alangkah baiknya ku pendam saja
Tak perlu dibagikan
Laki-laki atau perempuan
Itulah yang sealiran darah denganku
Hati dan perasaan boleh saja bermain-main
Aku izinkan
Asalkan, tidak ada yang mengalirkan tetesan air mata
Belajar untuk setia dan bersyukur atas yang ku punya
Kepunyaanku sekarang berjuta kali lebih berharga dari apa pun
Bukan sekedar aliran darah dan satu daging, tetapi juga saling membutuhkan
Kebutuhan untuk dihibur dari hati ke hati
Aku berdoa supaya rasa bodoh dan tidak layak ini segera berlalu
Semua orang boleh menunjukkan kemesraan dan kedekatan mereka di depanku
Hatiku rasanya disayat oleh dua belah pedang yang merusak hati dan jantung
Di luar itu, aku tersenyum sambil membayangkannya
Meski aku tau itu tak mungkin terjadi

Kamis, 09 September 2010

Belajar Melangkah

Ku merasakan seperti anak kecil lagi
Seperti sedang belajar berjalan
Dituntun hingga bisa berjalan sendiri sesuai langkah kaki
Meski penuh dengan keringat di mata serta nafas yang tidak biasa,tetap bisa dimaklumi
Pemakluman ini tentunya sangat aneh di mata orang
Aku yakin, mereka yang melihatnya akan berpikiran sama denganku
Pada akhir titik perjuanganku tuk bisa normal pun terjadi
Walaupun terasa terlambat tuk mengakuinya
Akan tetapi semua ini terlihat dari angka kosong menjadi angka berisi
Bukan apa-apa
Hanya saja, ku tak bisa menghilangkan perasaanku itu
Aku suka suara deruan ombak
Aku suka desiran angin pantai
Aku tenang mendengarkan angin berbisik di telinga
Dan,
Aku tidak suka berjalan di tempat berarus dan berisiko terbang hanyut
Tetapi, untuk hal yang satu ini harus ku lawan!
Itu salah satu resiko terberat yang harus ku hadapi ketika itu semua hadir di sini
Resiko apa?
Entahlah..
Aku terkadang tidak mengerti diriku ini
Kadang semuanya ada di depan mata tapi terlihat seperti neraka yang menakutkan
Siapa pula yang bisa menghilangkan perasaan terbodoh itu?
Kalau saja ada pun, tentu masih kan ada yang berbekas di hati dan ingatan otakku
Indah tidak indah pasti akan selalu berkumpul di situ
Hilang?
Bisa saja
Seandainya aku kehilangan ingatanku dan hatiku
Pasti aku sudah melayang bebas ke mana pun
Angin membawaku

Mimpi Bertemu Dengan Yesus

Kemarin malam menjadi tanda kesaksianku untuk kesekian kalinya
Dan aku merasa senang dan bersyukur karena akhirnya aku bisa melihat wajah-Nya secara dekat
Aku tak henti- hentinya berterima kasih atas hadiah indah ini
Sampai sekarang pun, aku masih ingat alur ceritanya
Sungguh tak terlupakan dan menyadarkanku akan sesuatu
Meski aku tidak bisa mengerti
Tapi aku sangat menghormati kehadiran-Nya yang selalu ku nanti
Setelah itu aku tak berhenti berharap supaya mimpi ini tak kan ku lupakan
Ini akan menjadi peringatan atas sikapku yang sering menyalahkan yang sudah menjadi hakku
Aku terlalu takut tuk mengakui diriku yang berbeda
Akan tetapi cerita indah ini mengingatku tuk selalu bisa mengutamakan Tuhan dalam segalanya
Aku masih menyimpan memori saat Yesus datang di hadapanku
Saat Ia dengan setia mendengarkan semua yang ku hadapi
Ia senantiasa membelaku dan yang terpenting adalah Ia selalu percaya dengan apa yang ku katakan
Dan akupun juga percaya kepada-Nya
Ucap terima kasihku takkan pernah putus atas kesempatan anugrahku
Anugrah terindah ini akan kujadikan tanda peringatan yang paling keras
Serta guruku yang paling terbaik selama hidupku
Walau ku sadari, aku tidak akan pernah hidup sendiri dalam setiap perkara
Di saat yang merusak nurani di saat itulah aku sadar akan makna hidup yang seharusnya kumiliki
Harapanku yang baru ialah bisa melihat-Nya lagi
Semoga peristiwa megah ini selalu hidup di memoriku dan batinku
Serta belajar berbagi segala sesuatu kepada-Nya
Sebab Dialah yang memegang penuh nyawa dan nafas ini

Tuhan Yesus yang baik hati, ku ucapkan terima kasih atas kesempatan tadi malam
Tanpa campur tangan-Mu aku tidak mungkin mengerti yang ada padaku
Kini aku masih harus belajar atas mimpi itu
Bahwa pertemuanku dengan Kau akan terjadi selama aku hidup atas nama-Mu
Aku ini milik-Mu
Maka apapun yang terjadi atas diriku bukanlah hukuman bagiku tapi suatu tanda kehidupan
Tanda indah ini masih terekam dalam ingatanku
Wajah-Nya, suara-Nya serta kebaikan-Nya yang sangat berarti dan penting bagi siapa pun
Terlebih aku yang sering bermimpi dan berakhyal
Mungkinkah ini berlebihan?
Hayalanku terhadap apapun yang kupikirkan
Sekali lagi terima kasih Tuhan atas izin untuk bertemu dengan Yesus dalam bunga tidurku yang paling cantik di seluruh hidupku

Senin, 28 Juni 2010

Cerita Hari Ini

tidak ada derai air mata hari ini
menyibukkan diri adalah salah satu cara melupakan sejuta masalahku
tak perlu berteriak tapi tutup mulut sudah lebih dari cukup
berdiam diri sambil mendengarkan lantunan musik yang menari ria
sejuta bintang bertaburan dengan sangat indahnya
tertunjuk pada satu bulan purnama yang lebih indah
saat ada meteor jatuh, arti pertanda baik
kita diberi kesempatan untuk meminta sesuatu
sesuatu yang penting mungkin bagi kita
apakah itu?
entahlah, itu rahasia
akankah besok ada derai air mata meski itu setetes saja?
kalau ada, ajaklah dirimu untuk mencari tahu apa itu
jika lelah, mari ikutlah untuk berdendang bersama
bersama tanganmu untuk berteriak bersama
ku ingat saat pertama kali ku harus terima bahwa aku sendirian saja
mulutku tidak bisa berkata sepatah kata pun
tapi hatiku bisa melakukannya
hati terus berteriak, sampai puaslah hatiku
jangan dihentikan untuk selalu tertawa saat ada yang menghiburi kita
karena ia salah satu orang yang tahu akan segalanya
semua orang kenali sosoknya
dialah yang bisa mengubah kesedihan menjadi kegembiraan
karena siapa pun adalah bagian darinya
siapakah ia?

Pilihan Karena Fakta

dia, sudah resmi mati di tanganku
untuk apa lagi ku ingat tentangnya?
aku telah melepaskan kepergianmu
harusnya kamu senang dan bahagia
tak perlu cari aku lagi
aku pun tak ingin mengingatmu lagi
pergilah....
bukannya mengusir, tapi kau adalah pembunuh perasaan dan otakku
gara-gara kau, aku nyaris bunuh diriku sendiri
aku telah menutup hatiku hanyalah untukmu
sekarang, aku sadari, kau tidak selayaknya aku beri semua yang aku punya
kau terlalu baik untuk ku layani
kalau ada orang lain yang mengusik tentangmu kepadaku, artinya ia belum mengenalku akan dirimu
janganlah berbahagia, tapi bersedihlah karena kamu telah membangkitkan diri sendiri
maaf, kalau aku jahat
aku ingin bebas seperti yang lain
aku ingin bisa memilih yang terbaik
maka dari itu, pergilah dari pikiranku dan bebaskanlah dirimu dariku juga
kau hanyalah masa laluku
dulu aku memuja-mujimu, tapi sekarang aku tahu satu hal
orang yang dibuat oleh dirinya sendiri, tak akan pernah bisa hidup di mana aku dihidupkan
kau adalah manusia atau tokoh yang jelas-jelas aku buat sendiri
tokoh yang hidup di alam bawah sadarku!
aku mencoba menerimanya dan tidak menyesal....
meski, kau sudah kupindahkan ke tempat lain, janganlah mengira kalau aku masih mengharapkamu
aku melakukannya agar semakin jelas siapakah kau sesungguhnya bagiku
saat buku itu telah tertutup, maka kesempatanku untuk berjumpa denganmu juga telah tertutup untuk selamanya
inilah jalan pilihanku sebagai manusia biasa....

Jumat, 25 Juni 2010

Selamat Tinggal

seharusnya, aku sudah bisa melepaskan dia dari hidupku, tapi entah mengapa itu sangatlah sulit? mengapa aku tidak bisa lepas darinya?
aku sadari, ia tidak hidup akan tetapi ia hidup dalam tulisanku
akulah yang membuatnya hidup dan akulah yang telah membunuhnya....
apakah aku seorang pembunuh?
aku membunuh perasaanku sendiri agar bisa seperti yang lain
apakah ini yang disebut pengorbanan?
ku rasa ini bukan pengorbanan tapi imajinasi
imajinasi itu tumbuh saat lagu itu didendangkan
seiring jalannya waktu, ia semakin mencengkramku...
keyakinanku telah membutakan jalan perasaanku
aku terlalu puitis dan berperasaan
kubangunkan rasa bangkitku
aku ingin berubah, tapi itu tak mudah
aku butuh kepercayaan dan keyakinan
sekarang, aku telah selesai melakukan hal yang tidak jelas iya atau tidak
yang jelas, itu hanya pikiranku, imajinasiku dan prasaanku
semua ada di buku itu
walau sekarang ia telah mati, aku akan berusaha untuk bisa menerimanya dan melepasnya dari imajinasiku
selamat tinggal kasih,
ku harap, janganlah hidup lagi di bawah alam sadarku
pergilah sejauh yang kau bisa
sudah cukup aku menuangkan kisahmu dan kisahku di atas selembar kertas
biarkan kertas itu menjadi saksi jalan hidupku saat kau hidup di sini
sekarang kau telah mati, jangan pernah hidup lagi
aku akan mengenangmu tapi bukan untuk kembali merasakannya
aku takut kalau aku mati karena terlalu percaya padamu
selamat tinggal....