Kamis, 28 April 2011

RGB Vs CMYK







Dalam  pengolahan  image,  dikenal  dua  macam  warna  paling  populer  yang  menjadi  standar internasional, yaitu RGB dan CMYK.


1.   RGB  adalah  singkatan  dari  Red-Green-Blue.  3  warna  dasar  yang  dijadikan  patokan warna  secara  universal  (primary  colors).  Dengan  basis  RGB,  seorang  desainer  bisa mengubah  warna  ke  dalam  kode-kode  angka  sehingga  warna  tersebut  akan  tampil universal.  Dasar  warna  ini  menjadi  standar  pasti  dalam  konteks  profesional,  seorang desainer tidak  bisa mengatakan sebuah warna berdasar pertimbangan subektif,  Contoh : biru muda menurut orang awam adalah birunya langit di siang yang cerah, hal ini bisa jadi berbeda  bagi  orang  lain  dengan  pertimbangan  yang  lain  pula.  Untuk  menyamakan persepsi  dalam  definisi  warna,  perlu  adanya  standar  internasional  dalam  konteks  kerja profesional.  Dengan  standar  RGB,  seorang  desainer  dapat  mengatakan  warna  dengan komposisi  angka  yang  jelas,  warna  biru  memiliki  komposisi  perpaduan  antara  unsur Red,Green, Blue dengan derajat angka untuk R : 115 G : 221 B : 240.
2.   Standar  warna  internasional  lainnya  yang  digunakan  untuk  dunia  percetakan  adalah
CMYK yang merupakan Singkatan dari Cyan Magenta - Yellow, dan K mewakili warna hitam. Seperti halnya RGB, CMYK menggunakan standardisasi warna dalam koordinat. Rangenya  antara  0  -  100  sehingga  kehadiran  unsur  K  sangat  menentukan.  Berapapun koordinat  CMY-nya,  selama  K-nya  100  maka  warna  tersebut  akan  jadi  warna  hitam. CMYK  merupakan  standar  warna  berbasis  pigment-based,  menyesuaikan  diri  dengan standar industri printing. Sampai saat  ini dunia cetak-mencetak memakai 4 warna dasar dalam                                        membuat                            warna            apapun.






Penggunaan
Penggunaan perangkat lunak pengolah gambar ditujukan untuk dua kepentigan utama, untuk
web dan  cetak.  Keduanya  saling  bertolak  belakang,  untuk  cetak,  ukuran besar  dan kualitas terbaik  adalah  yang  paling  dominan.  Sementara,  hal  paling  utama  dalam  membuat  grafis untuk web adalah menciptakan file sekecil mungkin.


Web  gambar  cukup  membutuhkan  gambar  RGB  dengan  resolusi  72  dpi,  sedangkan  untuk kebutuhan  cetak  memakai tipe (CMYK)  dengan  resolusi 300  dpi.  Standar  resolusi tersebut sudah umum dan berlaku secara luas. Nilai tersebut merupakan resolusi paling reliable untuk dapat  dilihat  dengan  mata  manusia.  Jika  resolusi  semakin  tinggi,  mata  manusia  tidak  akan dapat mengetahui bedanya. Oleh sebab itu, 300 dpi dianggap nilai yang cukup untuk dicetak.


Lain halnya dengan teks, dibutuhkan resolusi yang lebih besar yakni 400 dpi. Mengingat pada teks biasanya terdiri dari satu warna. Resolusi dan size sangat  mempengaruhi besarnya file. Contoh, pada sebuah gambar CMYK dengan ukuran 5 x 5 inch dan resolusi 300 dpi. Maka ukuran  filenya  kira-kira  sebesar  (5  x  300)  x  (5  x  300)  =  600  x  600  =  360000  =  8,58Mb


Tidak ada komentar:

Posting Komentar